Beranda > computer vision, pattern recognition, Pengolahan Citra > Metode Kuadrat Terkecil – Least Square Method

Metode Kuadrat Terkecil – Least Square Method

Metode kuadrat diterapkan untuk mendekati solusi dari sistem overdetermined, yaitu sistem persamaan di mana terdapat banyak persamaan yang belum diketahui. Kuadrat terkecil (least square) sering diterapkan dalam konteks statistik, khususnya analisis regresi.

Tujuan dari Metode Kuadrat-adalah untuk menemukan estimasi parameter yang baik yang sesuai dengan fungsi, f (x), dari suatu kumpulan data, x 1x n. Metode Kuadrat-Terkecil (Least-Squares Method) mensyaratkan bahwa fungsi yang diperkirakan menyimpang sesedikit mungkin dari f (x). Secara umum, Metode Kuadrat-Terkecil memiliki dua kategori, linear dan non-linear. Kita juga dapat mengelompokkan metode-metode ini lebih lanjut: kuadrat terkecil biasa (ordinary least squares-OLS), kuadrat tertimbang (weighted least squares-WLS), dan kuadrat terkecil alternatif (alternating least squares-ALS) dan kuadrat parsial (PLS).

Metode kuadrat mengasumsikan bahwa kurfa yang cocok dan terbaikadalah kurva yang memiliki jumlah kuadrat deviasi minimum (least square error) dari himpunan data.

Anggaplah bahwa titik data (x1, y1) , , (x2, y2) , …, , …, (x ", y) di mana x adalah variabel independen dan y adalah variabel dependen. Kurva pemasangan f (x) memiliki deviasi (error) ddari masing-masing titik data, yaitu, d1 = y1-f (x1) , , d2 = y2-f (x2) , …, , …, dn = yn-f (xn) . .Menurut metode kuadrat, kkurfa tercocok tersebut dapat dirumuskan:

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.